SBY Larang Banyak Bicara di Media, Roy Suryo: Kok Bisa Bocor Ke Media?


Roy Suryo jumpa pers penyadapan. ©2013 Merdeka.com/arif pitoyo

 

 

KOMODONEWS.INFO – Pemilihan Presiden-Wakil Presiden periode 2019-2024 semakin dekat. Pemilihan kepala daerah (Pilkada) serentak sedang memasuki masa-masa kampanye.

Namun terdengar informasi ‘miris’ soal adanya larangan memberikan komentar di media, yang tak sesuai lagi dengan fenomena politik era “Now”.

Dilansir Merdeka.com, sejak sore tadi, beredar tangkapan layar terkait perintah Ketum Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) kepada Waketum Roy Suryo untuk tak banyak bicara di media. Rupanya, pesan itu dibenarkan oleh Roy.

Roy menjelaskan, dirinya mendapat pesan langsung berupa WA dari ajudan SBY pukul 14.38 WIB dan 15.02 WIB. Saat itu, Roy langsung membalas dengan kalimat, ‘siap pesan diterima dengan baik dan dilaksanakan. Terimakasih’.

“Sikap saya yang langsung menerima dengan baik dan melaksanakan perintah ketua umum tersebut memang saya lakukan dengan sepenuh hati, karena memang demikianlah yang seharusnya terjadi, tanpa perlu saya tanyakan lagi kepada beliau mengapa hal tersebut dilakukan, Apa alasannya, dan sebagainya,” kata Roy dalam pesan singkat, Sabtu (21/4/2018).

Dia menganggap, pesan SBY itu sebagai sikap ‘ngemong’ (pembinaan) yang sangat baik dari SBY selaku ketum partai terhadap semua kadernya. Sehingga dia mengucapkan terima kasih.

Namun yang justru menarik, lanjut dia, pesan WA tersebut sebenarnya hanya terkirim kepada 3 (tiga) nama dalam tujuan: Roy, Sekjend Demokrat Hinca Pandjaitan, dan Kadivisi Komunikasi Publik Imelda Sari. Sehingga secara teknis, kata dia, tidak mungkin bocor kepada pihak-pihak lain, kecuali kepada 3 nama yang disebut dan dikirim oleh ajudan SBY.

“Uniknya pada pukul 16.45 WIB, saya mulai menerima WA, SMS dan bahkan banyak telepon dari rekan-rekan media yang ‘mempertanyakan hal tersebut sampai sekarang,” tutur dia lagi.

“Menurut sumber yang menyampaikan ke saya, ternyata ada yang sengaja membocorkan pesan yang seharusnya bersifat internal dari Pak SBY ke 3 kadernya tersebut dan bahkan dikirim ke WA Group teman-teman wartawan, sehingga beredarlah pesan internal Demokrat ke media dan membuat HP, WA bahkan SMS saya tidak berhenti menerima pesan dan (miss) Call, meski saya bertahan awalnya untuk tidak menjawab apapun, selain hanya mengirim emoticon ‘senyum’,” tegas Roy.

Jadi sekali lagi, lanjut dia, soal arahan dari SBY itu, dia ucapkan terima kasih dan mengapresiasi sebagai sebuah bentuk komunikasi yang baik secara internal dan tidak perlu dipertanyakan apa masalahnya.

“Karena memang sudah sesuai fatsun partai. Namun pembocor internal di Partai Demokrat ini yang berbahaya, karena sebuat pesan internal dari pak SBY saja bisa bocor kemana-mana, bahkan sampai WA group wartawan,” terang dia.

Di sisi lain, Roy mengaku memang secara kebetulan dalam seminggu ke depan akan menunaikan tugas selaku Anggota Komisi I DPR RI di luar Indonesia.

“Jadi memang sementara waktu mohon pamit dulu dari rekan-rekan media, terima kasih dan sampai jumpa,” tutup dia.

 

 

Penulis  : Rifqi Ardita Widianto
Editor    : Erny
Sumber  : Merdeka.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

SBY Larang Banyak Bicara di Media, Roy Suryo: Kok Bisa Bocor Ke Media?

log in

reset password

Back to
log in