Puisi Bulan Sabit


Ilustrasi. (foto: /baltyra.com)

Oleh: V.J. Boekan *)

 

 

Malam baru tiba semenit
Langit di atas sana penuh awan
Putih
Hitam
Abu-abu
Seakan mengelabui sudut pandang

Terang tiba-tiba merebak enteng
Mengucur ringan dari separuh bulan
Bulan sabit seakan tahu hati ini
Separuh riang, kecewa, campur galau

Jokowi Ingin Berikan Grasi, Keluarga Abu Bakar Ba’asyir Menolak…

Indah memang langit tinggi
Bak wanita cantik yang sulit dijangkau
Tersenyum pun enggan
Apalagi berujar sepatah dua aksara

Cinta entah tak pernah mau kuncup
Menanti tak pernah tiba
Entah kapan
Sampai bulan sabit beranjak, besok pagi, tak pasti

Reformasi, Wanita Saudi Kini Boleh Jadi Tentara

Hujan tiba-tiba enggan mengucur
Tampak kharisma bulan sabit
Wanita separuh hati
Cinta tak pernah penuh
Seringkali merisau
Tapi apa mau di bilang
Itu sudah sabda alam.

 

*) Penulis seorang novelis, tinggal di Kota Kupang

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Puisi Bulan Sabit

log in

reset password

Back to
log in