Komodonews, komodo news, berita komodo

Prostitusi oknum mahasiswi & pelajar SMA bikin gerah warga Kota Kupang


Ilustrasi oleh Semar Dju.
Komodonews, komodo news, berita komodo

KOMODONEWS.INFO – Maraknya kasus prostitusi di kos-kosan yang ada di Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), bikin gerah warga di Kota Kasih tersebut.

Malah yang paling dikesalkan adalah diduga kuat para prostitusi yang masih menyandang predikat sebagai kaum intelek alias Mahasiswi itu tak mau jerah-jerahnya, kendati telah diberantas beberapa kali oleh pihak yang berwajib. Kasus prostitusi ini malah semakin tumbuh subur di tengah masyarakat Kota Kupang.

Yang mempermudah transaksi dan mengelabui petugas, bisnis portitusi di kalangan Mahasiswa dan pelajar SMA ini pun sudah mulai berbasis teknologi. Mereka kini memanfaatkan dunia maya untuk mengakses prostitusi online.

Seperti hasil infestigasi media ini selama tiga bulan, diketahui bahwa yang tergabung di kelompok-kelompok wanita komersial adalah wanita-wanita dari perguruan tinggi yang statusnya adalah Mahasiswi dan pelajar sekolah menengah atas (SMA).

Ada beberapa kelurahan di Kota Kupang yang menjadi tempat prostitusi yang bermarkas di kos-kosan, seperti di Kelurahan Oesapa Timur, Lasiana, Fatululi, Kelapa Lima, Pasir Panjang, dan Merdeka.

Menanggapi hal tersebut, Dionisius Agus Weru, salah satu Mahasiswa Fakultas Hukum di salah satu perguruan tinggi di Kota Kupang menyatakan, pemerintah harus ada keseriusan dalam penertiban kos-kosan yang menjadi tempat prostitusi di kalangan Mahasiswi dan pelajar SMA, karena dengan isu tersebut sudah mencoreng nama kota ini, apalagi dikenal sebagi Kota Kasih yang berkonotasi sebagai kotanya kaum beriman kepada Tuhan Yang Maha Esa.

Selain pemerintah, tambahnya, para dosen dan para rektor juga harus memberikan pemahaman kepada Mahasiswi dan jangan membuat mahasiswi terbebani dengan adanya prostitusi gelap yang dilakukan para Mahasiswi dan pelajar SMA.

“Saya yakin mereka tak ingin menjadi prostitusi, tapi pasti faktor ekonomi, sosial, pergaulan bebas, dan gaya hidup mewah yang mendorong mereka terjerembab dalam dunia kelan tersebut,” tambahnya.

Ia juga berharap agar dosen dan guru sebagai orang tua didik mereka, harus memberikan perhatian serius dengan persoalan seperti ini.

 

Penulis : Semar Dju

 

 

Komodonews, komodo news, berita komodo

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Prostitusi oknum mahasiswi & pelajar SMA bikin gerah warga Kota Kupang

log in

reset password

Back to
log in
Komodonews, komodo news, berita komodo