Komodonews, komodo news, berita komodo

Oh, Begitu! (Cerpen)


Ilustrasi. (foto: initempatwisata.com)
Komodonews, komodo news, berita komodo

Oleh Deodatus D Parera *)

 

 

KOMODONEWS.INFO — Filipus tak pernah kembali lagi. Kalaupun ia ada di sini sebagaimana adanya dia waktu itu, lekas-lekas Mery menyambutnya dengan parang di leher, kepala atau di mana saja sesuka hati agar kampungan itu segera menghadap ke Lucifer atau Tuhan. Sama sekali itu bukan urusan Mery. Yang penting Filipus harus berangkat, titik.
*
Sebuah pagi, awal bulan lalu, anak tersayang adik Tanta Mira meninggal setelah jatuh dari atas pohon kapuk. Lalu Mateo, yang dianggap warga sekampung, suanggi pulang dari sawah, sedang menarik anjingnya yang terikat rantai besi yang dibelinya di pasar kampung itu, ramai-ramai didiskusikan orang banyak. Namanya jadi viral di mulut perempuan, tua muda maupun anak-anak zaman now. Mereka membikin picis yang sungguh lucu. Ada yang meneriakkan nama Mateo sambil diam-diam sembunyi dan jauh dari situ, sekelompok laki-laki beristri dua mengirimkan fluit panjang tanda tanya, pun anak-anak berkejaran menggoda anjing milik Mateo. Berharap mereka menggendongnya seperti seorang manusia semacam adik-adik sendiri dalam rumah yang sesak karena kakak beradik beruntun selama delapan tahun belakangan.

Mateo hanya tunduk saja sambil memacu anjing itu berlari kecil lebih dahulu dan dibuntutinya menuju rumah reyot mereka di belakang pohon asam besar dan tua di kampung itu. Di sana, tak ada anjing betina yang membuat anjing Mateo memiliki alasan sebagai sandaran logis. Sebab, hanya seekor anjing betinalah yang akan beranak anjing. Bukan manusia ataupun pohon asam besar. Kalaupun begitu, anjing kecil itu dari mana, milik siapa, sejak kapan, siapa yang tahu.

Kapuk yang membikin Ali jatuh dan mati itu sudah diperingatkan kepala desa supaya dipotong. Tapi, saat mendengar kepala desa berbicara, laki-laki kepala keluarga menggarap tema itu jadi bahan gosip. Mereka menganggap pohon itu punya kasiatnya, pohon itu menyediakan kelewar pada musimnya, dari pohon itu istri-istri mereka akan membuatkan bantal atau kasur yang empuk-empuk, kayu kering pohon itu dijadikan kayu bakar buat jerang air panas dan memandikan tubuh nenek-nenek dan opa-opa mereka, plus pohon itu, hanya satu-satunya pohon yang pernah ditanam oleh Opa Leso, tetua adat sewaktu ia hidup hingga mangkat. Itulah pohon satu-satunya yang ada di Kampung Behabe yang ditanam sebelum pisang, jambu, cermelek, pinang, kelapa, sirsak, akasia, beringin, ende, mangga, gewang dan terakhir pohon asam di lahan Mateo.

Komodonews, komodo news, berita komodo

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Oh, Begitu! (Cerpen)

1 / 5Next

log in

reset password

Back to
log in
Komodonews, komodo news, berita komodo