Komodonews, komodo news, berita komodo

Memanasnya polemik antara Lurah Oebobo dan Camat Oebobo…


Lurah Oebobo, Jonathan F.M. Ndun. (foto: semar dju)
Komodonews, komodo news, berita komodo

KOMODONEWS.INFO – Lurah Oebobo Jonathan F.M. Ndun menilai atasannya Camat Oebobo kurang beres memberikan pernyataan kepada awak media terkait persoalan yang dibesar-besarkan oleh awak media pada Saptu (20/8/2016) lalu, dimana seorang camat memberikan pernyataan kepada media bahwa Lurah Oebobo melakukan hal yang fatal sehingga dirinya melakukan pungutan liar kepada pengusaha.

Ndun mengatakan, jika Pak Camat Bernadinus Mere menjalankan tugas sebagai atasannya; camat, seharusnya berkoordinasi atau tanya kepada dirinya sebagai bawahan ada tidak pungutan terhadap pengusaha?

“Jangan dia langsung polemik terkait persoalan seperti ini, dan dia langsung ambil keputusan dan langsung memberikan pernyataan kepada koran bahwa perilaku Lurah Oebobo sangat arogan melakukan pungutan liar kepada pengusaha di hari kemerdekaan bangsa Indonesia. Saya kira dia tidak memahami aturan tentang atasan dan bawahan, kalau mau lihat dari umur juga saya lebih umur dari dia kok, hanya saja mekanismenya ada atasan dan bawahan,” tambahnya.

Ia menambahkan, bawa dirinya melakukan hal tersebut atas kesepakan RT dan RW sehingga dirinya (Lurah, red) meminta sumbangan suka relah kepada pengusaha, dan semuah kegiatan yang kelurahan buat itu berdasarkan hasil rapat tingkat RT dan RW bersama Kelurahan Oebobo, bukan hanya inisiatif saya bersama staf, karena semuah permitaan dari warga dan RT setempat.

Seperti di beritakan sebelumnya oleh sejumlah awak media, Camat Oebobo Bernadinus Mere, yang diwawancarai terpisah per telepon mengakui kalau pihak kelurahan telah melaporkan adanya pemberian stiker pemberitahuan tersebut. Namun, soal teknis penarikan sejumlah uang tersebut tidak pernah di ketahuinya.

Bernadinus mengaku kecewa, jika ternyata dalam penyebaran stiker tersebut ada pungutan liar alias (Pungli) yang dilakukan oleh pihak Kelurahan Oebobo, Jonathan F.M. Ndun, melalui premannya.

“Saya sudah dilaporkan soal kegiatan tersebut, tetapi kalo soal penarikan retribusi itu saya belum tahu. Kalau memang itu terjadi, menurut saya sangat tidak wajar. Karena kalau di era kemerdekaan ini tidak boleh lagi ada penindasan kepada masyarakat kecil, dan saya tidak akan pergi menghadap dia sebagai camat karena dia tidak tanya saya lalu memberikan statement kepada media,“ tegas Jonathan F.M. Ndun.

Sampai artikel ini dutayangkan, Camat Oebobo yang di kunjungi awak media berulang kali selalu tidak berada di tempat dengan alasan sedang tugas keluar. “Bapak sedang tugas keluar,” kata salah satu staf yang minta namanya tak boleh di publikasikan.

 

Penulis : Tim/SD
Editor    : Erny

 

 

Komodonews, komodo news, berita komodo

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Memanasnya polemik antara Lurah Oebobo dan Camat Oebobo…

log in

reset password

Back to
log in
Komodonews, komodo news, berita komodo