Komodonews, komodo news, berita komodo

Kisah Radio Prancis & Australia Sebarluaskan Lomba Penangkapan Buaya di Kota Kupang

Marius Adur Jelamu.
Marius Adur Jelamu.
Komodonews, komodo news, berita komodo

KOMODONEWS.INFO – Lomba Penangkapan Buaya di kupang yang digelar oleh Pemerintah Nusa Tenggara Timur melalui Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Parekraf)Nusa Tenggara Timur , telah menjadi perhatian dunia hal ini dibuktikan dengan tingginya antusias Radio Perancis dan Radio Australia yang bermarkas di Jakarta menyiarkan kegiatan Lomba Penangkapan Buaya di Kupang ke seluruh penjuru dunia secara ekslusif

“Berita tentang Kegiatan Lomba Penangkapan Buaya di Kupang sudah menjadi sangat publis, meski menuai pro dan kontra, tadi saya di telephone oleh Radio Prancis dan Radio Australia yang bermarkas di Jakarta mereka telah menyebarkan berita ini ke Seratus Negara, mereka tahunya dari pemberitaan di Jakarta Post”, kata Kadis Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Parekraf) NTT, Marianus Adur Jelamu, saat ditemui di ruang kerjanya Jumat (5/8/2016) di Kota Kupang.

Menurut Marianus, ide sederhana Lomba Penangkapan Buaya ini selain untuk memberdayakan masyarakat, yang memiliki keahlian dalam menangkap Buaya, juga secara tidak langsung telah menjadi sarana promosi pariwisata di NTT, sehingga kita tidak lagi mengeluarkan dana yang banyak untuk melakukan promosi karena isu ini sudah tersebar ke seluruh penjuru dunia.

“Selain memberdayakan masyarakat yang memiliki keahlian menangkap buaya, kegiatan ini juga dijadikan sarana promosi wisata NTT, dan kita tidak perlu mengeluarkan biaya, karena isu ini sudah tersebar luar ke seluruh penjuru dunia, bukan tidak ada wisatawan sengaja datang untuk menyaksikan bahkan ikut dalam sayembara ini,” kata dia.

Disinggung soal langkah selanjutnya terkait lomba penangkapan Buaya di sejumlah pantai di Kupang, kadis Parekraf NTT, Marius Jelamu menjelaskan ada dua sekenario yang telah disiapkan dinasnya antara lain akan diserahkan ke BKSDA dan pihaknya akanbangun satu lokasi wisata khusus di lasiana sehingga buaya yang berhasil ditangkap menjadi obyek wisata baru.

“Langkah kami selanjutnya jika buaya buaya tersebut berhasil ditangkap, ada dua skenario yang telah kami siapkan antara lain menyerahkan buaya buaya tersebut ke BKSDA dan kedua kami akan bangun lokasi wisata buaya di Lasiana sehingga menjadi obyek wisata baru di NTT, tentu tingkat keamanannya harus diperketat,” kata Marianus

Terkait banyaknya Buaya yang bermunculan di sejumlah pantai di Kupang, Marianus, menduga habitat buaya di wilayah laut terganggu sehingga mereka (Buaya) keluar dari sarangnya, atau mungkin makannaya terganggu, karena berebutan dengan nelayan, untuk perlu adanya Peraturan daerah tentang penangkapan Ikan, sehingga tidak semua ikan ditangkap yang tujuannya menyediakan makanan Buaya.

“Hipotesa saya habitatnya terganggu, sehingga mereka (Buaya) keluar dari sarangnya, ini bisa jadi karena lahan diatas Muara Misalnya dijadikan lahan perumahan warga, berikutnya mungkin karena berebut makanan dengan Nelayan, sehingga saya menghimbau agar setiap kabupaten di NTT membuat Perda tentang penangkapan ikan, sehingga tidak semua jenis ikan di tangkap, artiya jenis ikan yang tidak diijinkan untuk ditangkap nelayan bisa menjadi makan buaya,” pungkas Marianus (Nong)

 

Editor     : Erny
Sumber : Mikannews.com
Share Button

Use Facebook to Comment on this Post

Komodonews, komodo news, berita komodo

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

Komodonews, komodo news, berita komodo