Komodonews, komodo news, berita komodo

Jokowi tanggapi Gubernur Frans soal ‘progress’ jembatan Pancasila Palmerah…


Ilustrasi Presiden Joko Widodo (kanan) berbicara dengan Gubernur NTT Frans Lebu Raya saat berada di alun-alun rumah jabatan Gubernur NTT, Kupang. Tempo/Jhon Seo.
Komodonews, komodo news, berita komodo

KOMODONEWS: Presiden Joko Widodo (Jokowi) memberikan apresiasi terhadap laporan dari Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Frans Lebu Raya soal kemajuan (progress) rencana pembangunan Jembatan Pancasila Palmerah dilengkapi turbin listrik energi baru terbarukan di Selat Gonzalu, Kabupaten Flores Timur.

Gubernur Frans Lebu Raya melalui Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi NTT Andreas W. Koreh di ruang kerjanya Kantor Gubernur NTT Pertama, Jl, Basuki Rachmat, Kelurahan Naikolan, Kota Kupang, Jumat (15/9/2017) pukul 12.30 WITA mengungkapkan, setelah pihaknya bersua dengan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Ignasius Jonan di kantornya, Jakarta, Selasa (12/9/2017) dirinya berkesempatan melaporkan hasil pembicaraan kepada Presiden Jokowi.

Menurut Gubernur Frans, ketika ia melaporakan kepada Presiden Jokowi, dirinya senang sekali karena ini proyek pertama dan terbesar di dunia yang menggunakan energi arus laut untuk menggerakkan turbin listrik.

“Presiden bilang kalau bisa peletakan batu pertamanya pada 20 Desember 2017 mendatang,” kata Kadis Andreas.

Bahkan menurut dia, dari sisi progress ini langkah maju, sebab selama ini asumsinya kalau Pemprov NTT investasikan jembatan dilengkapi dengan turbin, berapa kamu mau beli listrik kami? Yang sudah disepaki adalah 7,18 sen dollar AS per KWH.

Dikatakan Kadis Andreas, sekedar perbandingan, energi yang dipakai sekarang adalah solar, harganya 9 sen dolar per KWH, sedangkan di Selat Gonzalu hanya 7, 18 sen dollar per KWH. Artinya ini sudah energi baru terbarukan, tapi lebih murah pula dari harga jual solar atau energi fosil.

Hal ini yang membuat Pak Presiden senang, begitupun dengan Menteri Jonan, karena ada investor yang mau menjual listriknya dengan harga yang murah sekali.

Tentang Perusahaan Listrik Negara (PLN) pusat atau Provinsi NTT yang mengelolanya, Kadis Andreas berujar, PLN Pusat, PLN di NTT hanya operatornya.
Baca Juga : Gagal Bermitra dengan Ahok, Lulung Nyatakan Ingin Mundur dari DPRD

“Kalau sudah ada MoU antara Tidel dengan PLN itu sudah langkah maju sekali. Mereka sudah tahu bahwa pada saat pasang peralatan akan di putar oleh arus laut dan hasilkan listrik untuk fase pertama 25 Megawatt. Ini modal besar untuk melanjutkan pada daerah-daerah pelayanan yang lain,” pungkasnya.

 

 

 

Penulis : V.J.Boekan

Komodonews, komodo news, berita komodo

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jokowi tanggapi Gubernur Frans soal ‘progress’ jembatan Pancasila Palmerah…

log in

reset password

Back to
log in
Komodonews, komodo news, berita komodo