Komodonews, komodo news, berita komodo

Inilah “Tulak Surak”, ritual menemukan cinta di Kempo, Manggarai…


Foto: Alfred Tuname.
Komodonews, komodo news, berita komodo

KOMODONEWS.INFO – Sebelum tahun 2000-an, surat menjadi medium paling populer dikalangan muda-mudi yang sedang mabuk asmara. Saat kasmaran, surat cinta bertindak. Rindu yang menggebu, pertemuan yang ditunggu, kekasih yang nanti biasanya menyisahkan galau yang menyesak dada. Semua perasaan itu harus diungkapkan. Sebab, rasa tak bisa berbohong. Di situlah surat cinta bertindak. Dengan surat, semua rasa diekspresikan dalam kata yang tertulis dalam surat. Surat cinta berisi lapisan struktur perasaan yang menggebu-gebu.

Di zaman teknologi informasi, perlahan-lahan surat cinta nyaris hilang atau sedikit mengalami metamorfosis. Surat diperhalus menjadi sebentuk perangkat aplikasi e-mail, surat elektronik. Tetapi surat elektronik tidak lagi lazim digunakan untuk mengunggah rasa cinta. Surat elektronik tidak mampu menampung seluruh rasa yang menyulut cinta yang menggebu-gebu. Surat eletronik tertinggal hanya sebagai perangkat untuk lalu-lintas surat-surat resmi instansi swasta atau pemerintah yang bersifat segera.

Saat ini, hand phone (HP) sudah “memasyarakat” di kalangan muda-mudi. Dengan teknologi android, setiap ungkapan rasa cinta, kangen dan bahkan kesal sudah lebih mudah diungkapkan. Apa saja bisa dibahasakan dengan bermodalkan HP andoid. Di dalamnya terdapat perangkat tulisan, ngobrol dan live chat (tatap muka jarak jauh) yang memudahkan jalinan kasih dan pertemuan. Ada Facebook, Tweeter, Skype, Line, WhatsAp, Bigolive, KakaoTalk, Wechat, Imo, Yogrt dan lain-lain. Semua itu memudahkan temali kasih muda-mudi yang kasmaran.

 

duaIlustrasi. (sesambate.blogspot.com)

 

Tetapi sebelum abad teknologi informasi berkembang pesat, surat adalah satu-satunya bahasa komunikasi cinta muda-mudi yang diikat oleh nilai-nilai adat dan tabu. Ketika seorang perempun dilarang dan masih tabu bertemu sebelum nikah, surat jadi pilihan “pertemuan”. Melalui surat, seorang pemuda menyatakan niat dan perasaan kepada pemudi.

Di Kempo, Kabupaten Manggarai Barat, NTT, surat sudah menjadi bagian dari ritual adat menuju pernikahan. Ketika pemuda dan pemudi saling jatuh cinta dan (mungkin) pernah bertemu dan berkirim surat, maka ada sikap bijak dari orang tua untuk mencari tahu siapa kekasih atau calon istri dari lelakinya. Di Kempo, proses mencari tahu ini disebut tulak surak (mencari surat). Acara tulak surak ini ditandai dengan inisiatif orang tua mendatangi rumah seorang puteri/ pemudi dan ingin mengenal suasana rumah atau keluarga pemudi tersebut. Dalam proses ingin kenal tersebut, metafora yang dipakai adalah “mencari surat”. Apakah surat sudah sampai atau belum. Jika sudah, kepada siapakah surat itu dialamatkan.

Pada zaman dulu, pada saat acara tulak surak, seorang perempuan atau pemudi adalah seorang pingitan; ia tidak diperkenankan untuk bertemu dengan pemuda dan keluarga pemuda yang datang ke rumah. Ia hanya mendengar pembicaraan dari dalam bilik atau kamarnya. Atau boleh jadi, (kalau begitu kasmaran) ia hanya melihat kekasihnya melalui lubang kecil di dinding kamarnya. Dalam tulak surak tersebut, seperti kebiasaan adat Manggarai pada umumnya, ada ritual kepok dan makan-minum bersama. Sebab, yang datang masih dianggap sebagai tamu yang datang untuk memastikan bahwa cinta tidak sedang “salah alamat”.

tigaIlustrasi. (sesambate.blogspot.com)

 

Cinta “salah alamat” bisa dijumpai dalah cerita penolakan orang tua terhadap calon anak mantu, atau ternyata seorang pemudi tersebut sudah menjadi dipinang oleh pemuda lain. Jadi tulak surak juga menjadi bagian penting dari proses awal pertemuan jodoh. Dengan itu, tidak terjadi persoalan sosial sebagai akibat cinta salah alamat tersebut. Atau, jangan sampai terseok dalam asmara dan dibrondong celaan masyarakat. Ada ungkapan dalam bahasa Manggarai, sua nula telu becur. Ungkapan itu merupakan sindirian kepada orang yang mau menikah tidak hanya dengan satu pasangan saja.

Setelah cinta tak lagi salah alamat, serangkain ritual adat lainnya menuju pernikahan boleh dilakukan. Tulak surak seakan menjadi bagian dari surat cinta pertama yang bikin jantung berdebar dan perasaan berbunga-bunga.

Penulis : Alfred Tuname, 2016
Editor    : Erny
Komodonews, komodo news, berita komodo

Inilah “Tulak Surak”, ritual menemukan cinta di Kempo, Manggarai…

log in

reset password

Back to
log in
Komodonews, komodo news, berita komodo