Komodonews, komodo news, berita komodo

Ini Rencana Kongres III UNTAS, Respon Penolakan, dan Usul Konstruktif…


Pengungsi Timor Timur menuju ke Provinsi NTT, Indonesia. (Foto: Google)
Komodonews, komodo news, berita komodo

KOMODONEWS.INFO – Penyelenggaraan Kongres III Organisasi Uni Timor Asw’ain (UNTAS) yang akan dilaksanakan pada tanggal 15-17 Juli 2016, menuai kecaman dari beberapa tokoh masyarakat eks Provinsi Timor Timur (Tim Tim)

Pasalnya, pelaksanaan kongres yang dinilai menyimpang dari pandangan dasar dan sikap politik UNTAS, akan menghancurkan seluruh perjuangan yang telah dibangun pasca jajak pendapat 1999 silam.

Kepada komodonews.info, Josefina da S. Baross, salah satu tokoh masyarakat Kabupaten Ainaro eks Timor Timur, Kamis (14/7/2016) mengecam pelaksanaan kongres yang mendadak dan terkesan dipaksakan, dan juga rencana perubahan akan perjuangan dasar serta sikap politik dari kurang lebih 14.000 jiwa warga eks Tim Tim yang menetap di wilayah NKRI, “Terang dia.

Ia menjelaskan, kami masyarakat eks Tim Tim asal Ainaro, setelah memerhatikan, mengamati, dan mengikuti perkembangan rencana Penyelenggaraan Kongres III UNTAS yang akan dilaksanakan pada tanggal 15 s/d 17 Juli 2016 besok, dengan ini menyatakan MENOLAK penyelenggaraan Kongres III tersebut.

Atas penolakan ini tertuang dalam pernyataan sikap, sebagai berikut;

(1) Kongres III UNTAS diselenggarakan terbatas hanya pada laporan pertanggungjawaban ketua beserta pengurusnya, serta pemilihan ketua baru, tidak lebih daripada itu.

(2) Kongres III UNTAS tidak berhak mengambil sebuah keputusan strategis menyangkut sikap dasar WNI eks Timor Timur. Sebab UNTAS bukanlah segelintir pengurusnya saja, dan UNTAS tidak hanya didirikan oleh pengurusnya saja pada periode ini, tetapi UNTAS didirikan di Kupang pada tahun 2000 oleh segenap tokoh politik pro Integrasi dari generasi 75 hingga generasi 99.

Dengan demikian terkait dengan itu maka berkenaan dengan perubahan AD/RT UNTAS seluruh pendiri UNTAS yang masih hidup seperti Bapak Domingos M.D. Dores Soares, Francisco Lopez da Cruz, Armindo Mariano Soares, Domingos Policarpo, Herminio da Costa dan para tokoh pejuang yang mewakili 13 Kabupaten/Kota eks Timor Timur.

(3) UNTAS telah menyimpang dari kesepakatan bersama oleh karenanya UNTAS harus dikembalikan kepada rel perjuangan semula, sesuai dengan Pernyataan Politik Kongres UNTAS tahun 2000.

(4) Para oknum UNTAS pencetus ide pengakuan Kemerdekaan Timor Leste adalah penghianat yang tidak layak menyandang predikat sebagai pejuang Integrasi; sebab bagi pejuang Integrasi Kemerdekaan Timor Leste adalah rekayasa dari Neo Kolonialis yang ingin memecah keutuhan NKRI.

(5) Pengakuan pemerintah Indonesia akan negara Timor Leste susah dapat diterima apalagi dijadikan dalih pembenaran agar komponen pro Integrasi turut mengakui eksistensi negara Timor Leste.

Sebab latar belakang pengakuan pemerintah Indonesia atas negara Timor Leste, pada konteks perjuangan integrasi, adalah penghianatan terhadap ikatan keseutuhan adat, budaya, religi Nusantara yang mengikat secara turun temurun. Dan melanggar Hak Penentuan Nasib Sendiri yang menjadi Hak Asasi para Pejuang Integrasionis.

Menurut Hukum Internasional, satu-satunya persyaratan yang sah bagi suatu proses penentuan nasib sendiri adalah “pernyataan kehendak rakyat secara bebas dan demokratis. Hal ini belum pernah terjadi dalam kasus Timor Timur.

(6) Kami menyatakan tidak akan pernah mengakui kemerdekaan Timor Leste sampai kapan pun sebelum tercapainya suatu penyelesaian yang adil, jujur, damai, terhormat dan menyeluruh, di antara seluruh rakyat Timor Timur; dimana tidak ada lagi seorang pun anak Timoris yang merasa dibedakan antara pahlawan dan penghianat.

Menurut Barros, adapun sikap kami ini didasari oleh adanya wacana yang berkembang di masyarakat bahwa Kongres III akan disalah gunakan oleh para oknum untuk mengeluarkan sikap politik yang bertentangan dengan sikap dasar yang dianut oleh komponen pro Integrasi selama ini, yaitu menolak mengakui kemerdekaan Timor Leste.

Dengan demikian maka UNTAS sebagai organisasi yang memerjuangkan hak politik dari seluruh warga eks Timor Timur, yang berada di wilayah NKRI, telah keluar dari jalur perjuangan sebagai mana telah kita sepakati bersama sejak tahun 2000. Oleh karena itu, dengan ini kami komunitas mayarakat Ainaro WNI yang tersebar di seluruh tanah air membuat pernyataan sikap MENOLAK pelaksanaan Kongres III tahun 2016.

Penulis: Semar Dju

 

 

 

Komodonews, komodo news, berita komodo

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Ini Rencana Kongres III UNTAS, Respon Penolakan, dan Usul Konstruktif…

log in

reset password

Back to
log in
Komodonews, komodo news, berita komodo