Komodonews, komodo news, berita komodo

Festival Budaya rayakan HUT STKIP Santo Paulus Ruteng

Foto: Felik Hatam/komodonews.info
Foto: Felik Hatam/komodonews.info
Komodonews, komodo news, berita komodo

Tidak salah, jika setiap jejeng pendidikan memanfaatkan Muatan lokal sebagai ruang khusus untuk membelajarkan setiap insan terdidik akan nilai-nilai budaya lokal. Selain itu pertahankan dan kembangkan ruang publik sebagai ruang kelas terbuka untuk mengembangkan dan mewariskan nilai-nilai budaya. Ruang kelas terbuka tersebut dapat dilaksanakan melalui pementasan budaya pada setiap momen kenegaraan seperti hari pendidikan Nasional, hari sumpah pemuda, hari pahlawan, Hari ulang tahun Kemerdekaan RI dan ulang tahun sekolah. Memang, selama ini sebagian besar di Manggarai (dan di daerah lain) selalu sering mementaskan budaya, seperti dalam rangka memeriahkan HUT Kemerdekaan RI, Sumpah Pemuda dan pada kesempatan lainya.

Namun, akan lebih bermakna lagi jika pementasan itu tidak hanya jenis tarian yang sama, tetapi juga bebagai tarian lainya. Selanjutnya, tidak hanya dipentaskan, tetapi juga pihak-pihak yang bertanggungjawab mengahadirkan mentor yang berkompeten untuk membimbing dan menjelaskan nilai-nilai holistik dari setiap jenis taryan atau gerakan budaya yang dipentaskan. Tentu salah satunya adalah tokoh-tokoh adat. Sebab kita yakin bahwa, tidak semua orang mengetahui makna dan nilai dari semua tarian-tarian budaya itu. Disinilah pentingnya komentator untuk menjelaskan dan mempublikasikan pengetahuannya secara terbuka. Hal posistif lain yang kita dapat disini adalah penjelasan tersebut tidak hanya didengar oleh mereka memperagakan tetapi juga bagi mereka yang turut hadir dalam pementasaan itu.

adat1

Dengan demikian, baik lambaga pendidikan dan pemerintah harus dan terus menjalin komunikasi intens dengan masyarakat yang mempunyai keahlian khusus dalam menghasilkan karya-karya lokal. Semisal bagi masyarakat yang menpunyai keahlian dalam menenun kain daerah (seperti kain songke untuk Manggarai, selendang, dan topi), membuat alat musik tradisional (seperti, gendang, suling, dll), dan laim-lain. Melajutkan komukasi dan relasi itu, pihak-pihak berwajib menyelenggarakan belajar tenun masal yang pesertanya adalah masyarakat yang mempunyai kealian dan siswa-siswi atau kaum muda.

“Di sekolah misalnya, menyelenggkan live in di daerah yang mempuyai potensi menghasilkan kain darean (keahlian menenun) dan potensi menghasilkan alat musik tradisional. Tentu hal ini tidak hanya membelajarkan kaum muda tetapi sebagai bentuk pemberdayaan masyarakat untuk tetap dan terus mewariskan kealihannya kepada manusia selanjutnya,” pungkasnya.

 

Penulis  : Felik Hatam
Editor    : Erny
Share Button

Use Facebook to Comment on this Post

Komodonews, komodo news, berita komodo

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

Komodonews, komodo news, berita komodo