Komodonews, komodo news, berita komodo

Emansipasi Sejarah Peradaban Manggarai Timur

matim
Komodonews, komodo news, berita komodo

KOMODONEWS.INFO : Menulis merupakan kerja keabadian. Dengan menulis, seseorang sedang meletakan tapak-tapak abadi dalam lintang sejarah manusia. Bukan hanya untuk keabadian harum nama penulis, tetapi juga subyek aktivitas manusia yang terpahat dalam setiap tulisan.

Setidaknya itulah yang dikerjakan oleh empat jurnalis asal Manggarai Timur (Matim) dalam buku berjudul ‘Menghirup Wisata Peradaban Manggarai Timur” (Ledalero, 2016).  Keempat jurnalis tersebut adalah Frans Sarong (Kompas), Markus Makur (The Jakarta Post), Kanis Lina Bana (Kabar NTT) dan Fansy Runggat (Timor Express). Atas kerja reportase yang lama dan  mendalam (indepth), mereka mengenal baik budaya dan peradaban masyarakat Manggarai Timur.

Buku “Menghirup Wisata Peradaban Manggarai Timur” menyodorkan “wisata” uraian bernas tentang budaya khas, ritual magis dan eksotisme alam di Manggarai Timur. Uraian setiap judul ditulis dengan eksplorasi bahasa lokal dan renyah untuk dibaca. Semua disajikan dengan data dan gambar yang menambah pemahaman pembaca. Buku ini pantas dinikmati oleh semua orang yang mencintai Manggarai Timur.

Wisata Peradaban

Yang terhirup dari buku yang ditulis empat jurnalis Manggarai Timur itu bukan saja soal kental aroma pariwisata yang hendak dipromosikan. Ada juga sedap sosiologi budaya yang terunggah dengan jelas. Manusia sebagai subyek sejarah hadir dalam detail uraian-uraian ritus, adat, norma dan bahkan mitos. Semua itu membentuk suatu bagunan peradaban Manggarai Timur yang unik.

Peradaban awal Manggarai Timur timbul dari kedekatan manusianya dengan alam. Karena kedekatan itu, orang Manggarai selalu bersyukur atas alam yang ramah. Mereka hidup karena diberi “makan” oleh alam. Karena itu, berbagai ritual dan ritus adat orang Manggarai tak luput dengan dengan alam. Komunitas masyarakat seperti ini seorang filsuf Norwegia Arne Naess (dalam testimoni Wiratno, hal. xix) disebut deep ecology, “ekologi dalam”: nyaris tak ada batas pasti aktivitas manusia dengan lingkungan alamiahnya.

Share Button

Use Facebook to Comment on this Post

Komodonews, komodo news, berita komodo

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

Komodonews, komodo news, berita komodo