Komodonews, komodo news, berita komodo

Dinas PU Provinsi NTT di mata Leny Mansopu…


Komodonews, komodo news, berita komodo

Masih segar di ingatan kita tentang sulitnya upaya pembebasan lahan untuk pembangunan Bendungan Kolhua di Kota Kupang, dan beberapa daerah lain. Bahkan masyarakat demo. Menurut saya, persoalan ada ketika masyarakat tidak diberi edukasi yang cukup tentang kebutuhan dirinya sendiri akan ketersediaan air dan kebutuhan orang banyak.

Bendungan Kolhua contohnya, yang direncanakan dibangun di atas lahan warga seluas 81 Ha dengan dana Rp. 480 milyar menuai protes dan konflik. Sejumlah warga menolak pembangunannya karena lahan tersebut merupakan tanah tempat makam nenek moyang dan lahan produktif warga. Padahal secara teknis dan hidrologis, pembangunannya dapat memenuhi kebutuhan tampungan air untuk kehidupan masyarakat NTT. Dan jalan keluarnya semudah pemindahan makam nenek moyang dan lahan pertanian atau perkebunan, justru akan tertolong tapi lihat akibatnya sekarang. Lahan menjadi kering karena kekurangan air. Bayangkan apa yang akan terjadi di tahun-tahun mendatang mengingat defisit air yang semakin menurun.

Kesulitan lain yang dihadapi kala ingin membangun bendungan?

Pembangunan bendungan atau embung saja sudah sulit, padahal selain itu sarana irigasi yang ada banyak yang berada dalam kondisi rusak atau tidak terpakai, karena kerusakan akibat umur bangunan, minimnya biaya operasi, kondisi bendung yang rusak akibat debit banjir berlebihan. Ini persoalan yang patut menjadi pergumulan bersama baik pemerintah maupun masyarakat.

 

379149_297681413601864_1698010682_n

 

Dengan menggumpalnya persoalan tersebut, masih adakah harapan bagi masyarakat Kota Kupang untuk memperoleh Bendungan Kolhua?

Apapun persoalan, hal yang patut diutamakan adalah pemenuhan kebutuhan air. Sebab air adalah kebutuhan vital manusia. Katakanlah pemenuhan kebutuhan air minum Provinsi NTT mesti diperuntukkan untuk mencukupi kebutuhan penduduk NTT sekitar 5.249.767 jiwa, yang terdiri dari 1.355.288 jiwa tinggal di daerah perkotaan, dan 3.894.479 jiwa tinggal di pedesaan. Sementara itu kondisi pemenuhan air di kota baru mencapai 51,8% (677.644 jiwa) dan di desa hanya sekitar 30,4% (1.188.514 jiwa). Dengan demikian secara keseluruhan, pemenuhan kebutuhan air masyarakat NTT baru mencapai 35,54% dengan jumlah sambungan rumah sekitar 112.940 sambungan (11,9%) dari 950.753 yang harusnya dipenuhi. Menjawab persoalan ini dibutuhkan dana yang tidak sedikit dan kerja keras dari semua pihak. Karenanya saya mengajak kita semua untuk berdoa dan bekerja bersama demi pemenuhan kebutuhan kita juga.

Komodonews, komodo news, berita komodo

Dinas PU Provinsi NTT di mata Leny Mansopu…

3 / 4Next

log in

reset password

Back to
log in
Komodonews, komodo news, berita komodo