Aku Naca Kau Nuca Bukan Soal


Feliks Hatam. (Foto: Feliks Hatam/Komodonews.info/Moral-politik.com)

 

 

Oleh: Feliks Hatam *)

(Instrumen Lagu Indonesia Tanah Air Beta)

Aku adalah Naca dan Kau Nuca
Aku lahir di bumi Pertiwi. Kau Juga, bukan?
Kau berteduh di bawah kibaran Merah Putih.
Aku juga.

Naca janganlah ganggu aku, apalagi gaduh
Yang berlabuh di atas kebencian
Nacaku bertepilah dari kebencian
Mari beranjak bersama dalam keramahan.

 

(Lagu Indonesia Tanah Air Beta)

Nuca
Nucaku
Nama kita beda
Kau Nuca saya Naca
Nuca asal kita beda
Kau dari kota aku dari pelosok
Kau di Barat aku di Timur Pertiwi
Kau di selatan aku di utara Nusantara
Nuca, suku kita beda, apalagi RAS

Nucaku. Dengarlah
Aku dan kau semuanya beda
Janganlah engkau memandangku dari kejauhan
Mendekatlah dengan merdeka
Janganlah engkau terus gaduh oleh beda yang jelas

Nucaku
Kita beda. Tapi mendekatlah
Asal kita beda, suku dan RAS apalagi
Nucaku, walau semua itu beda.
Bukankah masih ada yang sama?

Nucaku.
Darah yang mengalir ditubuhmu dan tubuhku adalah merah warnanya
Tulangku dan tulangmu adalah putih yang sama

 

(Ref Lagu: Gebyar Indonesia)

Nucaku.
Aku dapat melihatmu oleh dua mataku. Kau juga.
Mendekatlah bersama.
Biarlah dua kaki kita beranjak dari amarah, melangkah penuh ramah
Nucaku. SARA bukan soal
Ragam nama asal bukan salah apalagi masalah
Oh, ya, Nucaku asal kita bukan soal.
Kau di Barat aku di Timur, kau di Selatan aku di Utara, semua satu dalam Pertiwi

Asal beda, bukan soal, semua tetap satu
Satu dan sama dalam kesatuan Nusantara
Satu dan sama di bawah kibaran merah Putih
Satu dan sama dalam Pancasila, UUD 1945, NKRI, Bhineka Tunggal Ika. Itulah Indonesia yang kuat

Nucaku.
Mari kepalkan tangan kita, satukan tekat kita membangun negeri
Ikatlah rasa prasaan dalam nada kebangsaan
Biarkan tertanam dalam sanubari kita rasa saling menghargai, bukan saling menghakimi
Berbuah dalam memaafkan, bukan saling memanfaatkan
Berbuah dalam saling membangun, bukan saling menjatuhkan.
Saling menerima, bukan saling menghina.
Saling mengasihi, bukan saling menggoda untuk adu domba

Nucaku
Kita bukan dua di Nusantara. Tapi satu dan sama dalam Pertiwi
Satu dan sama dalam NKRI, bahu membahu membangun negeri, bertumbuh subur di Pertiwi
Satu dan sama dalam Bhineka Tunggal Ika membingkai cinta disetiap sikap
Satu dan sama dalam bingkai Pancasila
Satu dalam sama dalam UUD 1945 membingkai insan negeri yang beardap dalam adaptasi

Begitulah Nucaku
Kau Nucak, saya Naca. Bukan soal.
Kau Nuca dan Saya Naca bukan salah, apalagi masalah

Berhentilah berdabat Nucaku
Marilah melangkah, masih banyak hal yang penting dan perlu

Oh. Nucaku. Marilah kita bersujud Syukur Pada yang Esa
Lantunkan nada doa dalam irama jantung, untuk para pendahulu negeri
Yang berjuang, demi nama Indonesia.

 

 

*) Penulis seorang sastrawan, tinggal di Kabupaten Manggarai

 

 

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Aku Naca Kau Nuca Bukan Soal

log in

reset password

Back to
log in